Warga Desa Tigasan Wetan Kecamatan Tegal Siwalan Kabupaten Probolinggo pada bulan Ramadhan tahun ini berpuasa dalam kekurangan air bersih. Meskipun berpuasa dalam keterbatasan air bersih, ribuan warga Tigasan Wetan tetap tabah.
Untuk mendapatkan air bersih, warga harus berjalan 3 kilometer menuju sumber yang berada di sungai mati (curah). Warga menggunakan jerigen dan alat seadanya.
Saat ada bantuan air dari Pemkab Probolinggo menggunakan mobil tanki PDAM, warga Tigasan Wetan berebutan antri untuk mendapatkannya. "Kalau tidak ada bantuan dari Pemkab, mungkin kami terus-terusan tiap hari mencari air sejauh 3 kilometer," kata Mardiana (25) warga setempat.
Dia menambahkan, air dari PDAM digunakan untuk masak dan mandi serta makan ternak. Sedangkan untuk menyuci pakaian harus ke sungai disekitar Pabrik Leces. "Kalau satu jerigen air tidak cukup, tapi mau gimana lagi,' ungkapnya.
Krisis air bersih terjadi dikarenakan hujan yang sudah beberap bulan terakhir tidak turun usai Letusan Gunung Bromo. Apalagi, pipa pemasok air ke Desa Tigasab Wetan dari sumber curah batu sering hilang dicuri. "Sebenarnya ada air dari curah baru, tapi pipanya sering hilang," ujar Mardiana yang diiyakan warga lainya.[har/ted]