Dua wisatawan Pantai Ngliyep yang ada di Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Selasa (17/5/2011) siang hari ini di kabarkan hanyut.Satu diantaranya berhasil diselamatkan. Namun, satu orang lainnya sampai berita ini di turunkan, masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan. "Satu korban masih dalam pencarian. Saat ini, Tim SAR masih melakukan pencarian di sepanjang pesisir pantai," ungkap Kepala Polisi Sektor Donomulyo, AKP Anang Tri Hananta, Selasa (17/5/2011) siang.
Dari data yang di himpun beritajatim.com menyebutkan, satu korban selamat atas nama M Syafei (19), warga Jalan Cipto Mulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Sedang satu nama korban yang kini masih dinyatakan hilang akibat tergulung ombak bernama Hendro Romadhon (18), warga Jalan Jagalan, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Informasi kejadian itu bermula saat dua korban, datang bersama 13 temannya. Mereka pergi ke Pantai Ngliyep tidak dalam perencanaan. Melainkan, hanya untuk mengisi waktu luang disela libur panjang tiga hari ini.
Korban dan 13 rombongan sendiri berasal dari Kelompok Pendamping Anak Jalanan yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Mereka, punya rumah singgah yang diberi nama Griya Baca untuk memberikan pendampingan pada ana-anak jalanan yang ada di Kota Malang. Nah, tujuan mereka ke pantai setelah mampir kerumah salah satu pengurus Griya Baca bernama Novita Anggraeni (25).
Novita sendiri tinggal di Sumberpucung, Kabupaten Malang. Beberapa rombongan temannya datang ke rumah Novita sejak pagi hari. Karena tidak ada aktifitas, mereka pun memutuskan untuk pergi ke pantai ngliyep. Diputuskannya liburan ke pantai ngliyep karena jarak dari rumah Novita dengan pantai laut selatan itu tidak terlampau jauh.
Berangkat sekira pukul 12.00 kemarin, rombongan yang naik mobil panther dan 4 kendaraan roda dua tiba di lokasi pantai sekira pukul 15.00 wib. "Rombongan tiba kemarin sore. Tujuannya memang ke pantai untuk mengisi waktu liburan saja," papar Anang.
Sesampainya di pantai, rombongan pun langsung berpencar. Namun, dua korban mendekati pantai hingga berjarak 100 meter dari pinggir pantai. Sedang Novita dan rombongan lainnya, asyik foto bareng di tepian pantai. Saat itulah, mendadak Syafei dan Hendro terseret ombak. Diduga, keduanya terpeleset saat tiba-tiba saja, ombak besar tiba-tiba muncul.
"Saat itu air laut masih surut. Namun, dua korban memang ada di tengah laut untuk bermain air," terang Hamdani (25), rekan korban yang berhasil menyelamatkan Syafei.
Setelah berteriak minta tolong, Hamdani lari ketengah laut. Ia berhasil menggapai tangan Syafei. Hanya saja, Hendro yang sudah tergulung ombak, tidak mampu diselamatkan. Sampai sore ini, Tim SAR masih belum menemukan keberadaan Hendro. [yog/kun]