Jalan Akses Pelabuhan Probolinggo Diganti Rigid

Ditulis oleh  Isa Surabaya Pos
Taksir item ini
(1 Pilih)

15-12-2011PROBOLINGGO - Setelah sempat dikeluhkan pihak yang bongkar-muat di pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo, jalan akses menuju pelabuhan kini ”disulap”. Jalan Lingkar Utara (JLU) di Kecamatan Mayangan yang awalnya dari aspal diganti dengan rigid (beton bertulang).

”Jalan akses pelabuhan atau populer disebut JLU itu termasuk kelas III, hanya layak dilalui kendaraan bertonase 8-10 ton,” ujar Kasi Bina Marga di Dinas PU, Yuswadi Rahmono, Selasa (13/12) pagi tadi. Dengan diganti jalan rigid, JLU bakan kuat dilalui kendaraan bertonase 30-40 ton.

 

Ada empat titik jalan yang kini ditingkatkan kualitasnya di JLU dengan biaya total Rp 2 miliar. Yus, panggilan akrab Yuswadi Rahmono mengakui, pembuatan jalan rigid relatif mahal. ”Untuk jalan rigit sepanjang 350 meter saja butuh dana sekitar Rp 1 miliar. Makanya peningkatan JLU dilakukan bertahap,” ujarnya.

Yus menambahkan, dalam waktu 2-3 tahun ke depan, seluruh ruas jalan JLU bakal berstruktur rigid. ”Karena bertahap, ada ruas JLU seperti di Jalan Raden Wijaya yang mulai rusak,” ujarnya.

Khusus jalan yang rusak di Jl. Raden Wijaya bakal diperbaiki di titik-titik kerusakannya saja. Soalnya kelak badan aspal yang rusak itu bakal dibongkar kemudian diganti dengan jalan beton bertulang.

Selain sebagai akses keluar-masuk pelabuhan, JLU juga berperan ”membuang” truk-truk barang agar tidak melintasi tengah kota. Sebab sesuai dengan UU 22/2009 tentang Lalu Lintas, truk dan sejenisnya dilarang masuk kota.

Sempat Dikeluhkan

Sejumlah pengusaha yang memanfaatkan pelabuhan Tanjung Tembaga untuk bongkar-muat sempat mengeluhkan keberadaan jalan akses pelabuhan (JLU). Soalnya selain sering rusak, JLU sesuai kelas jalannya (kelas III) hanya layak dilewati kendaraan bertonase 8-10 ton.

Salah satu contoh kasus ketika PT Kertas Leces mendatangkan 8.000 ton batubara melalui dermaga baru Tanjung Tembaga, awal Agustus 2011 lalu. Perusahaan kertas milik BUMN itu menggunakan dump truck bertonase 24 ton untuk mengangkut batubara dari pelabuhan ke pabriknya di Desa Leces, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Sisi lain JLU hanya layak dilewati truk bertonase 8-10 ton. Kadishub Kota Probolinggo, Sunardi pun mengaku, dilematis dengan keadaan itu. ”Mau tidak diizinkan bagaimana, bisa-bisa kami dicap menghambat kinerja PT Kertas Leces. Tetapi kalau diizinkan, jelas jalan di Kota Probolinggo jebol,” ujarnya saat itu.

Sementara Sekdakot Djohny Harijanto sempat menyarankan agar PT Kertas Leces mengangkut batubara dengan truk-truk kecil. Tetapi saran itu tidak dipenuhi PT Kertas Leces.

Sejumlah dump truck bertonase 24 ton pun hilir-mudik mengangkut batubara melintasi JLU. Akibatnya bisa ditebak, ruas Jl. Raden Wijaya semakin ”amburadul”.

Selain PT Kertas Leces, sejumlah pabrikan juga memanfaatkan JLU sebagai jalan akses ke pelabuhan. Di antaranya PT Kutai Timber Indonesia (KTI), perusahaan kayu lapis yang pabriknya bercokol di kawasan pelabuhan (Jl. Tanjung Tembaga Timur). Juga PT Pamolitye Adhesive Industry (PAI), perusahaan lem kayu lapis.

”Cukup banyak pabrikan yang menggantungkan kepentingan pada jalan akses pelabuhan. Makanya jalan pelabuhan harus bagus biar kegiatan bongkar-muat lancar,” ujar Administrator Pelabuhan (Adpel) Tanjung Tembaga, Wiliyanto. isa (http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=6f39e30f49a56af52ae983e23dee9b12&jenis=1679091c5a880faf6fb5e6087eb1b2dc)

Baca 153 kali
blog comments powered by Disqus

Kini semakin banyak Fasilitas Member yang didapat setelah LOGIN; Streaming Radio DJ yg ringan, Edit Promo dll.

Anda TIDAK PERLU cek email. Setelah register, Anda bisa langsung LOGIN.

Pasang Iklan
Login dahulu, di box sebelah kanan. Terus klik gambar yang ada di sebelah kanan box ini.

Edit Iklan
Login dahulu, di box sebelah kanan. Lalu cari iklan Anda di daftar iklan dibawah ini. Klik gambar PENSIL di sebelah kanan baris iklan Anda, di atas tulisan 'DETAIL'.

Komunitas Bisnis Nyata

You are here:   HomeBerandaHeadline NewsJalan Akses Pelabuhan Probolinggo Diganti Rigid