Selasa, 19 Januari 2010 05:04

Sukses Wawancara

Ditulis oleh 
Taksir item ini
(0 pilihan)

herdianzWawancara bukan ilmu matematika, tidak ada hal yang pasti! Tidak mengherankan bila ada orang yang menganggapnya lebih mengerikan daripada psikotes atau tes bidang akademik. Dua orang kandidat dengan jawaban yang mirip, ketrampilan yang setara, kecerdasan yang berimbang, belum tentu sama-sama diterima kerja. Ada faktor lain yang berperan.

Saat anda menerima undangan wawancara, setidaknya anda perlu memikirkan 4 hal, yaitu:

  1. Pakaian yang akan anda kenakan.
  2. Apa yang sudah anda ketahui tentang perusahaan yang mengundang anda.
  3. Riwayat hidup yang sudah anda kirimkan ke perusahaan tersebut.
  4. Rencanakan perjalanan anda.
Penjelasannya sebagai berikut:

Soal pakaian

Pakaian menunjukkan diri anda. Bahkan ada sebuah ujaran yang berbunyi: makanlah sekehendak hatimu, berpakaianlah seperti kehendak orang lain. Maksudnya, apa dan bagaimana kita ini tergantung pada pendapat norma sosial secara umum. Bahkan saking pentingnya pendapat orang lain hingga ada sekolah kepribadian yang mengatur etiket berpakaian dan makan. Kalau tidak mengikuti aturan umum, kita ini dianggap aneh, atau bahkan menyimpang.

Secara umum, pakaian yang bisa diterima dalam proses wawancara adalah pakaian yang konservatif. Tidak aneh-aneh, tidak menyala, dan tidak provokatif. Bagi pelamar laki-laki, pakaian yang layak dikenakan adalah celana katun (asal bukan jeans), warna gelap, dan kemeja lengan panjang berwarna netral. Bisa biru muda, krem, atau warna pastel. Dasi bersifat optional (tidak harus), tetapi layak dikenakan bila wawancara diadakan di perkantoran bertingkat. Biasanya, wawancara yang diadakan di lokasi pabrik jauh lebih casual, bahkan mengenakan celana jeans-pun tidak terlalu dipermasalahkan.

Bagi pelamar perempuan, rok sepanjang lutut dan blouse standar sudah cukup konservatif. Warna yang dianjurkan adalah warna netral atau pastel. Bisa juga mengenakan celana panjang katun, dan blouse yang dilapisi blazer. Jilbab sudah semakin umum sekarang, dan pelarangan mengenakan jilbab bisa dituding diskriminatif.

Dengan pakaian yang konservatif, perasaan kita akan lebih nyaman, dan hal itu akan membentuk rasa percaya diri yang lebih baik saat masuk ke ruang wawancara.

Soal perusahaan yang dilamar

Sebuah jawaban yang paling menyebalkan bagi pewawancara adalah: tidak tahu! Termasuk bila pewawancara menanyakan : apa yang anda ketahui tentang perusahaan ini? Sudah seharusnya pelamar “mengerjakan PR” mencari tahu dan informasi mengenai perusahaan yang dilamarnya. Selain punya nilai positif di mata pewawancara, hal ini mengindikasikan bahwa kita adalah orang yang berusaha memahami apa yang akan dikerjakan.

Mencari tahu perusahaan yang akan dilamar tentunya tidak mudah, akan tetapi di era internet ini selalu ada informasi yang bisa didapatkan. Kalau tidak, harus bertanya pada orang yang sedang atau pernah bekerja di perusahaan tersebut. Ingat, karena anda sudah melamar, anda dianggap tertarik pada perusahaan tersebut, jadi wajar kalau anda ditanya sejauh mana pengetahuan anda tentang perusahaan yang anda lamar itu.

interview1Soal lamaran dan daftar riwayat hidup

Hal yang paling menggelikan bagi pewawancara adalah bila pelamar lupa pada apa yang ditulisnya dalam surat lamaran atau daftar riwayat hidup. Logikanya, semakin sering orang membuat lamaran – yang dikirimkan ke lebih dari sebuah perusahaan saja – semakin hapal dia pada isi lamaran dan daftar riwayat hidup. Pelamar yang lupa pada isi curriculum vitae-nya sendiri terlihat sangat bodoh. Janganlah ini terjadi pada diri anda, oleh karena itu buatlah lamaran dan CV anda sendiri dan hindari copy-paste.

Ada 2 hal yang membuat pelamar lupa isi lamaran dan CV atau daftar riwayat hidup, yaitu bila dokumen itu dibuatkan oleh orang lain (misalnya karena harus berbahasa Inggris), atau karena terlalu sering melakukan copy-paste saja dari dokumen terdahulu. Akibatnya, isi lamaran dan CV tidak masuk ke dalam memori.

Soal perjalanan ke tempat wawancara

Kalau anda adalah orang yang sering terlambat, ubahlah kebiasaan itu di hari wawancara. Lebih baik usahakan untuk berangkat agak awal untuk menjaga semua kemungkinan terburuk: macet, ban kempes, ada demo di jalan, dsb. Keterlambatan tiba di tempat wawancara, apapun alasannya, tidak akan memberikan poin positif. Kalau anda datang terlalu mepet dengan waktu wawancara, sebelum emosi anda stabil anda harus sudah masuk ke ruang wawancara, dan hal itu sangat tidak menguntungkan.

 

Baca 1707 kali Terakhir diperbarui pada Minggu, 09 Oktober 2011 19:04
Herdian Zulkarnain

HRD di salah satu Perusahaan Multinasional, spesialisasi dalam proses merekrut Tenaga Ahli dan Interviewer Specialist.

Aktif menulis baik masalah agama, dan psikologi di blog.

Situs web: mercusuarku.wordpress.com
blog comments powered by Disqus
You are here:   Home