Seri - BERDAGANG DI TEMPAT KERJA
SERVICE OF EXELLENCE
Pernahkah anda mengalami kekesalan pada pelayan di rumah makan, di hotel, kejadian di bandara, atau tempat umum lainnya? Kebanyakan orang sudah. Mengapa kesal? Mungkin karena pelayannya lelet, keliru mencatat order, keterlambatan penerbangan, pelayannya jutek ... macam-macam. Karena kita membayar, kita merasa berhak marah terhadap penyebab kekesalan kita tersebut.
Kenapa kita kesal? Karena kita rugi, tidak nyaman, dan merasa tidak mendapatkan imbalan yang sesuai dengan harga yang kita bayarkan. Service atau jasa yang disajikan tidak istimewa, bahkan di bawah harapan.
Dalam konteks berdagang di tempat kerja, bila kastamer kita adalah perusahaan, seperti itu pulalah yang terjadi. Dalam perjanjian kerja mungkin tidak ada statement atau klausul perjanjian yang menyebutkan bahwa kita tidak boleh bekerja sub-standar, akan tetapi sebenarnya itu adalah harapan setiap pimpinan. Perusahaan – sebagai pembeli – sudah sepakat untuk membayar sejumlah gaji, dan hal itu akan ditepatinya di akhir bulan. Sekarang bagaimana pula dengan kita selaku pemilik ilmu dan ketrampilan? Kita akan berikan layanan terbaik, atau layanan ala kadarnya?
Khususnya dalam agama Islam, berdagang dengan jujur adalah amanat yang jelas. Bahkan sebagai pedagang, Nabi Muhammad SAW semasa muda selalu menunjukkan cela barang yang dijual dan memberikan harga sesuai dengan kualitas barang. Akibatnya, orang percaya pada beliau, dan suka membeli barang-barang yang ditawarkan. Mereka yakin membeli barang dengan harga yang sesuai, tidak dibodohi, dan tidak digurui. Itulah yang seharusnya kita contoh.
Sejak hari pertama anda mulai bekerja, sangat penting untuk menanamkan pada pikiran bahwa anda berkewajiban memberikan yang untuk perusahaan – selaku pihak yang membeli ilmu dan ketrampilan anda.
Bagaimana saya bisa memberikan yang terbaik, upah saya UMR?
Sepiring nasi rames di warung mungkin bernilai 15,000, tetapi pelanggan justru mencarinya walaupun di sebelahnya ada yang menjual dengan harga 10,000 sepiring. Mengapa? Karena di dalam nasi rames yang 15,000 itu ada kepuasan. Apakah sejak dulu harganya semahal itu? Pasti tidak. Harganya naik dan tetap dianggap wajar karena sepadan dengan uang yang dibayarkan.
Menutup diskusi ini, ada beberapa tips penting untuk mencapai service of exellence:
- Seiring dengan pemahaman akan peraturan dan budaya organisasi, anda akan mengetahui dan memahami standar kerja ... Patuhilah! Dimulai dengan tidak datang terlambat apapun alasannya. Terlambat datang di tempat kerja adalah substandar yang mudah sekali dideteksi.
- Be humble (rendah hati) ... jangan terlalu memandang tinggi diri sendiri. Dalam agama ini disebut takabur. Dalam psikologi sikap ini memblokir gerak anda melayani orang lain yang anda anggap tidak penting. Biarlah anda S-1 dari Brawijaya, Airlangga, ITS, dsb, tetapi dalam kaidah kerjasama team, kaidah learning (pembelajaran), kaidah pelayanan anda adalah bagian dari roda organisasi, manusia biasa yang butuh peningkatan diri, serta insan sosial yang saling membutuhkan insan yang lain.
- MendengarKAN orang lain bicara. Bukan sekedar mendengar, tapi mendengar secara aktif. Ini adalah latihan untuk menjadi humble, dengan demikian anda tidak sekedar mendengarkan suara anda sendiri, tetapi juga menimbang pendapat orang lain dalam bersikap. Lihat nanti ... bagaimana anda akan jadi pribadi yang penuh pengertian.
- Jangan segan minta maaf. Tampaknya sepele, tetapi sebenarnya ini adalah hal yang sulit. Sering kita mendengar kata ... sorry ya ... dengan ekspresi ringan. Bukan itu. Bila anda keliru, dan mau minta maaf pada orang lain, sampaikan permintaan maaf dengan suara serius, tatap mata orang tersebut agar ia yakin dengan niat anda. Lihat nanti ... bagaimana anda menjadi orang yang cermat dan menyenangkan.
Perusahaan hanya mengingat 2 macam karyawan: yang istimewa dan yang bikin masalah. Bila anda biasa-biasa saja, hanya bermain standar, anda tidak akan menjadi orang diingat. Oleh karena itu, agar anda punya masa depan di perusahaan tempat anda bekerja sekarang, jadilah orang yang istimewa. Anda sudah tahu standar yang ada ... bermainlah di atas standar. Lihat nanti ... bagaimana anda akan berkembang.
Anda pernah berurusan dengan tata usaha kecamatan atau kantor lainnya? Cenderung nyaman atau kesal? Mereka ini adalah pegawai negeri, abdi masyarakat yang dibayar dengan pajak kita. Tapi bagaimana mereka melayani kita sebagai kastamer.
Anda pernah ke bank BCA? Bahkan sekarang anda tidak perlu duduk berlama-lama karena pegawai bank akan mendatangi anda untuk menanyakan urusan. Loket dibuat banyak agar urusan lebih cepat. Ruang ber-AC, pelayanan penuh seyum, dan semua urusan dipermudah sejauh mungkin. Seolah-olah mereka ini MENGERTI pikiran kita.
Itulah service of exellence, perilaku kita yang berdampak pada diri kita sendiri, pada perusahaan, dan pada orang luar. Bila di tempat kerja kita terbiasa rendah hati, biasa ramah, biasa tepat waktu, biasa tenggang rasa ... karakter itu akan berkembang menjadi bagian dari kepribadian kita. Yang untung kita juga.
Sukses buat Anda!