Fenomena ini menunjukkan bahwa gurami adalah potensi bisnis yang luar biasa di tengah banyaknya orang bingung hendak berinvestasi di bidang apa. Sebagai bagian dari matarantai bisnis kuliner, gurami menjadi lahan bisnis yang sangat menarik dan prospektif untuk diterjuni.
Oleh karenanya, untuk menangkap peluang tersebut PerMina akan menggelar Diklat Budidaya Gurami Teknik Guba di Lahan Sempit Berbasis Probiotik pada Minggu 24 Oktober 2010 di Kampung Gurami Jambidan, Bantul. Dengan pembicara Budi Suyoto (pembudidaya gurami dan tokoh perikanan Bantul), Usman Wiwied (pelaku trading gurami antar pulau), Among Kurnia EBo (konsultan Teknik Guba) dan Gosis Siswanto (pemasar dan pengembang gurami Albino).
Pendaftaran lewat hotline (0274) 9357800 atau ke www.diklatpermina.com.
Teknik Guba memang berbeda dengan sistem konvensional yang selama ini dilakukan para petani tradisional yang kebanyakan mengolamkan ikan dengan ala kadarnya. “Dengan sistem Guba kita akan mencetak petani berwawasan modern dengan aplikasi probiotik sehingga budidaya gurami terasa makin mudah, praktis, sederhana, minim resiko, namun keuntungannya berlipat ganda. Semuanya akan dikupas tuntas termasuk jaringan pemasarannya. Peserta diklat juga akan diberikan pendampingan atau konsultasi gratis seumur hidup,” jelas mantan wartawan Jawa Pos Group ini meyakinkan.
Dijelaskannya, bahwa keuntungan lain metode ini adalah budidaya gurami bisa dilakukan di lahan-lahan sempit di pojok pekarangan dan dengan modal terbatas.
“Ibaratnya, dengan modal satu juta saja kita sudah bisa mulai action! Dan karena bisa mengoptimalkan lahan sempit maka budidaya gurami bisa dilakukan di tengah kota. Apalagi gurami mensyaratkan air yang menggenang, tidak mengalir, dan lebih bagus dari air tanah yang bebas polusi. Hal ini akan lebih memudahkan dan bisa dilakukan secara sambilan, bahkan oleh ibu rumah tangga,” tandas alumnus Entrepreneur University (EU) Yogyakarta yang Juli lalu memberikan workshop untuk para aktivis sosial dari 13 negara Asia Pasifik bekerjasama dengan Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia.
Seiring dengan menjamurnya pusat-pusat kuliner di kota-kota besar, permintaan terhadap pasokan ikan gurami kian meningkat. Itulah sebabnya budidaya gurami kini banyak dilirik oleh para petani modern. Selain pasarnya sangat prospektif, harganya cukup menggiurkan, juga karena ada pilihan-pilihan fase yang sama-sama memberi keuntungan yang menggiurkan. Baik fase peneluran, pembibitan, pendederan, pembesaran, maupun perdagangannya.